Passa al contenuto
Centro notizie >

Pertumbuhan Belanja Iklan Kembali Normal, Optimisme Pasar Menguat

5 minute read | Mila Lubis | Maggio 2016
{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Valutazione tidak melulu menjadi satu-satunya ukuran bagi pengiklan

Jakarta, 17 maggio 2016 - Pertumbuhan belanja iklan di kuartal pertama tahun 2016 menunjukkan peningkatan yang cukup besar. Il totale della TV e dei media di Belanja iklan è pari al 24% dibandingkan nel periodo in cui si è svolto il mese di giugno. L'angka tersebut adalah angka pertumbuhan kuartal yang tertinggi dalam dua tahun terakhir. Demikian menurut data Nielsen Advertising Information Services.

"Setelah sempat melemah sejak semester dua tahun 2014, optimisme pasar sekarang sudah kembali menguat. Hampir semua top kategori menunjukkan peningkatan dalam belanja iklan. Tanda-tanda pemulihan sudah terlihat dari kuartal ke tiga tahun 2015 kemarin dan sekarang kita lihat angka pertumbuhannya sudah kembali seperti sedia kala", tutur Hellen Katherina, Direktur Media, Nielsen Indonesia.

Dilihat dari sisi kategori produk, untuk periode sepanjang Januari-Maret 2016, kesepuluh kategori yang palinggi belanja iklannya mengalami pertumbuhan yang positif. Di urutan pertama adalah kategori Rokok Kretek yang memberikan kontribusi yang palinggi untuk belanja iklan di kuartal pertama, yaitu sebesar Rp 1,9 Triliun, dengan pertumbuhan sebesar 76%. Di urutan berikutnya adalah kategori Pemerintahan dan Organisasi Politik dengan total belanja iklan sebesar Rp 1,8 Triliun dan juga tumbuh sebesar 76%, yang didorong oleh kampanye Kementrian Kesehatan untuk memberantas Polio. Di urutan ketiga adalah kategori Produk Perawatan Rambut dengan belanja iklan mencapai Rp 1,3 Triliun dan tumbuh sebesar 36% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2015.

Sementara itu, dilihat dari merek-merek yang beriklan, Dunhilll (rokok kretek) menjadi merek yang belanja iklannya tertinggi di sepanjang kuartal pertama tahun 2016 dengan angka belanja iklan mencapai Rp 420 Miliar. Berada di bawah merek tersebut, Indomie sekali lagi turut menjadi kontributor belanja iklan utama dengan nilai Rp 272 Miliar dan tumbuh sebesar 12% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. Di urutan ketiga adalah merek rokok kretek lainnya, yaitu Djarum Super Mild, dengan angka belanja iklan sebesar Rp 200 Miliar dan tumbuh sebesar 428% atau lebih dari empat kali lipat. Di antara sepuluh produk dengan belanja iklan tertinggi juga terdapat Kementerian Kesehatan yang ikut mendorong pertumbuhan dengan angka belanja iklan sebesar Rp 165 Miliar dan meningkat sangat signifikan hingga 25,356% dibandingkan kuartal pertama tahun 2015. Dengan angka belanja iklan tersebut, Kementerian Kesehatan berada di urutan ke enam untuk belanja iklan tertinggi sepanjang kuartal pertama tahun 2016.

Dari jenis medianya, pertumbuhan belanja iklan di periode Januari-Maret 2016 sangat didorong oleh pergerakan yang positif di TV, yaitu meningkat sebesar 33%. I media cetak menunjukkan pergerakan yang lebih konstan, di mana belanja iklan koran tumbuh sebesar 1% dan majalah/tabloid tetap dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Programma di valutazione Rendah Tetap Menarik Pengiklan

Belanja iklan di TV di sepanjang kuartal pertama tahun 2016 mencapai Rp 24,2 Triliun dengan porsi tertinggi diserap di jam tayang utama (18.00 - 22.00) yaitu sebesar Rp 6,4 Triliun atau lebih dari seperempatnya. Di rentang waktu tersebut, angka rating rata-rata mencapai angka tertinggi dibandingkan dengan rentang waktu yang lain, yaitu 1,5%. Sebagai perbandingan, angka rating rata-rata di jam 02.00-05.59 hanya sebesar 0,2% dengan total belanja iklan sebesar Rp 656 Miliar (atau 2,7% dari total belanja iklan). A fronte di questo dato, il pengiklan non ha ancora scelto un programma con un rating elevato per il beriklan.

Berdasarkan tipe program yang disiarkan, rating kecil tidak berarti sepi iklan. Il programma Tipe Informasi dan Berita ricorda che il rating rata-rata è pari allo 0,5% e allo 0,3% e che il totale dei belanja iklan è pari a 3,4 Triliun Rp e 3 Triliun Rp. Angka tersebut sedikit di bawah belanja iklan yang diserap program Film dengan rating rata-rata 1%, yaitu sebesar Rp 3,7 Triliun.

Prodotti che possono essere utilizzati in programmi informativi e di consulenza.

I prodotti che hanno come obiettivo il konsumen e che hanno un target di riferimento che non è quello di un programma seriale, Hiburan e Film, hanno un target di riferimento che non è quello di un programma seriale, ma quello di un prodotto che ha come obiettivo il konsumen e che ha un target di riferimento che non è quello di un programma di informazione e di una rivista. Il prodotto più diffuso nel programma Informasi e Berita è Traveloka.com, con una quota di 103 milioni di rupie in un periodo di tempo più lungo. Selain itu, di antara sepuluh besar produk yang beriklan di program Informasi dan Berita juga terdapat produk yang ditujukan untuk pasar pengguna internet, yaitu Telkomsel Internet Broadband dan Tokopedia dengan belanja iklan masing-masing sebesar Rp 61 Miliar dan Rp 46 Miliar.

I prodotti che hanno come target pasar untuk konsumen yang lebih umum (prodotto di massa) terminano dalam kontributor iklan utama di program-program Informasi dan Berita. Di antaranya adalah Indomie (Rp 94 Miliar), Sedaap (Rp 79 Miliar), dan Top Kopi Susu Kental Manis (Rp 66 Miliar). Sementara itu, produk-produk yang ditujukan untuk gaya hidup tertentu sebagai kebutuhan tambahan di segmen kelas atas juga mengalokasikan anggaran yang lebih besar pada program-program Informasi dan Berita. Beberapa di antaranya adalah Vanish OXI Action (Rp 59 Miliar), Fitbar Snack (Rp 57 Miliar) e Tropicana Slim (Rp 49 Miliar).

Traveloka è il 74% del totale dei dati relativi al programma Informasi e Berita. Berdasarkan profil konsumen yang berpotensi menggunakan Traveloka, yaitu pengguna internet yang suka bepergian, sebanyak 81% diantaranya berusia 20-49 tahun, 65% di antaranya adalah laki-laki, dan 80% di antaranya berasal dari kelas ekonomi atas*. Il profilo attuale è in grado di rispondere al programma Informasi dan Berita e ha un'alta percentuale di utenti 30+, laki-laki e kelas atas.

Contoh lain adalah produk-produk dengan target pasar yang lebih umum. Se si ricorda che il programma è un programma di qualità, il programma è un programma di successo, il programma è un programma di qualità, il programma è un programma di qualità, il programma è un programma di qualità, il programma è un programma di qualità. L'Indomania, che ha un profilo di konsumatore che si basa su un'ampia gamma di programmi, ha una percentuale di utenti separata (48%) di belanja iklannya per il programma Serial e Hiburan, il cui profilo è stato modificato in base alle esigenze. Namun Indomie ha anche menempatkan sebesar 36% dari belanja iklannya totale ke programma Informasi dan Berita.

"Il programma Pemilihan dengan potensi pemirsa yang sesuai dengan profil konsumen yang ditargetkan bisa jadi lebih efektif dibandingkan menggelontorkan anggaran beriklan untuk program-program populer untuk pemirsa kebanyakan. Hal tersebut khususnya è stato concepito per i prodotti che hanno un target konsumen che può essere spesifik. Sementara untuk mass product, beriklan di berbagai jenis tipe program walaupun ratingnya tidak tinggi dapat berguna untuk menjangkau profil pemirsa yang beragam", tutur Hellen.

* Indagine Nielsen Consumer Media View, 1° trimestre 2016.

*****

Tentang Nielsen Television Audience Measurement (TAM)

Nielsen TAM in Indonesia ha sviluppato un pengukuran kepemirsaan atas semua televisión nasional terhadap lebih dari 8.000 orang berusia 5 tahun keatas di 11 kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar dan Banjarmasin). L'Hasil pengukuran tersebut tertuang dalam nilai rating, share dan indeks.

Tentang Pubblicità Servizi Informativi Nielsen

L'informazione belanja iklan dikumpulkan dari dati Advertising Information Services yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. Si tratta di 15 testate televisive, 99 surat kabar e 123 majalah e tabloid. Semua angka didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon, promo, dll.

Tentang Nielsen

Nielsen Holdings N.V. (NYSE:NLSN) adalah sebuah perusahaan informasi dan pengukuran global yang menjadi pemimpin pasar dalam informasi pemasaran dan konsumen, televisivo dan pengukuran media lainnya, online, pengukuran mobile, pameran perdagangan dan properti terkait. Nielsen opera in circa 100 paesi, con sedi a New York (USA) e a Diemen (Belanda). Per avere informazioni più complete, è necessario visitare il sito www.nielsen.com.