Pusat Berita > Produk

Nielsen: Dua pertiga konsumen kulit hitam lebih memperhatikan iklan yang mencerminkan budaya mereka.

4 menit baca | Januari 2026

 Sebagian besar responden lebih memilih untuk membeli merek yang beriklan dalam konten yang mencerminkan budaya mereka.

Nielsen Merilis Laporan Baru “Pengaruh Kulit Hitam: Bagaimana Budaya dan Identitas Kulit Hitam Mempengaruhi Pasar”

New York – 19 Januari 2026 – Sebuah studi eksklusif terbaru dari Nielsen mengungkapkan bahwa mayoritas audiens Black (67%) yang disurvei lebih memperhatikan iklan di media yang mencerminkan budaya mereka. Selain itu, audiens Black menunjukkan loyalitas dan kepercayaan terhadap merek dan influencer yang mereka percayai dibandingkan dengan segmen lain. 52% audiens Black setuju bahwa mereka lebih cenderung membeli ketika sebuah merek berkolaborasi dengan kreator yang terhubung dengan fandom dan minat mereka, dibandingkan dengan 45% secara keseluruhan. The “Pengaruh Kulit Hitam: Bagaimana Budaya dan Identitas Kulit Hitam Menggerakkan Pasar” menggunakan wawasan Nielsen untuk menyoroti kekuatan budaya dan komersial yang mendalam dari audiens Black. Ini menandai tahun ke-15 Nielsen merilis laporan Diverse Intelligence Series, karena panel nasional Nielsen yang terdiri dari lebih dari 100.000 orang yang mewakili populasi AS memberikan kemampuan unik untuk menghasilkan wawasan yang mendalam tentang berbagai demografi dan identitas. 

“Laporan terbaru kami secara jelas menunjukkan bahwa representasi autentik memiliki pengaruh yang semakin signifikan terhadap perilaku perhatian dan pembelian,” kata Charlene Polite Corley, Wakil Presiden, Inclusive Insights, Nielsen. “Ini bukan sekadar mencentang kotak. Ini tentang secara aktif berinteraksi dengan audiens Black, mencerminkan minat dan budayanya dalam upaya untuk membangun bisnis yang lebih kuat bagi merek.”

Pada tahun 2026, daya beli komunitas Black diperkirakan akan mencapai lebih dari $2 triliun, menurut proyeksi Selig Center for Economic Growth. Memahami dampak budaya Black di berbagai kalangan adalah kunci untuk pertumbuhan. Sebagian besar anggota komunitas Black dalam demografi 18-34 tahun yang diincar oleh pengiklan (74%) setuju dengan pernyataan “Saya berharap melihat lebih banyak representasi kelompok identitas saya saat mengonsumsi konten.”   Angka tersebut naik menjadi 79% saat mengukur audiens LGBTQ+ kulit hitam. Faktanya, 7 dari 10 (70%) konsumen kulit hitam akan berhenti membeli dari merek yang dianggap merendahkan komunitas mereka. 

Laporan terbaru Nielsen menekankan bahwa representasi dalam konten dan iklan berperan sebagai penunjuk arah bagi keterlibatan, kesetiaan, dan pembelian konsumen kulit hitam. Sebagai contoh, 60% konsumen kulit hitam mengharapkan pengecer tempat mereka berbelanja untuk mendukung isu-isu yang mereka pedulikan, sementara 56% lebih memilih membeli merek yang beriklan di program yang mencerminkan budaya mereka. Selain itu, 57% konsumen kulit hitam setuju bahwa jika sebuah perusahaan memperlakukan karyawan dengan buruk, mereka tidak akan lagi menggunakan produk atau layanan perusahaan tersebut.

Keterlibatan dan pengaruh budaya komunitas Afrika-Amerika menjadi pendorong pertumbuhan di sektor-sektor kunci lanskap media yang menjadi incaran setiap pengiklan. Faktor utama yang menarik perhatian konsumen Afrika-Amerika dan menyelaraskan merek adalah inklusi pengalaman yang melampaui sekadar simbolisme dan mengutamakan keaslian.

Mayoritas besar (71%) konsumen kulit hitam merasa tidak terwakili dengan baik di media, yang menjadi faktor penting dalam pilihan konten mereka. 

Ada juga peluang besar untuk menjangkau audiens kulit hitam di TV dan streaming, seperti yang ditunjukkan oleh data Nielsen terbaru: 

  • Orang kulit hitam berusia 18-49 tahun rata-rata menghabiskan hampir tujuh setengah jam lebih per minggu dengan Connected TV dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang seusia.
  • Penonton kulit hitam menyumbang 13% dari total penonton TV, namun mereka mendominasi hampir sepertiga dari interaksi FAST dengan pangsa penonton sebesar 31%.
  • Penonton kulit hitam paling mungkin ingin menonton acara secara langsung saat acara tersebut ditayangkan atau tersedia di layanan streaming.

Nielsen.com memiliki informasi lebih lanjut tentang laporan khusus ini:“Pengaruh Kulit Hitam: Bagaimana Budaya dan Identitas Kulit Hitam Menggerakkan Pasar ( ).”

Tentang Rangkaian Intelijen Nielsen yang Beragam

Seri Diverse Intelligence Nielsen adalah kumpulan studi audiens komprehensif yang kuat tentang segmen konsumen yang kurang terwakili, memanfaatkan data Nielsen yang kuat untuk membangun wawasan yang kuat tentang pola konsumsi media, preferensi konten, dan pengaruh mereka dalam ekosistem media. Seri ini menjadi acuan industri dalam memahami nuansa budaya dan perilaku untuk menjangkau dan terhubung dengan konsumen yang beragam dengan relevansi dan keaslian. Untuk informasi lebih lanjut tentang seri penelitian Diverse Intelligence Nielsen, kunjungi www.nielsen.com.

Tentang Nielsen

Nielsen adalah pemimpin global dalam pengukuran, data, dan analisis audiens. Melalui pemahaman kami tentang manusia dan perilaku mereka di semua saluran dan platform, kami memberdayakan klien kami dengan kecerdasan yang independen dan dapat ditindaklanjuti sehingga mereka dapat terhubung dan terlibat dengan audiens global mereka-sekarang dan di masa depan. Pelajari lebih lanjut di www.nielsen.com dan terhubung dengan kami di media sosial(X, LinkedIn, YouTube, Facebook, dan Instagram).

Kontak Media:

David Schwarz
Nielsen Communications
david.schwarz@nielsen.com